Selamat, FLP Memiliki Nakhoda Baru!

0
66

Rangkaian panjang sidang-sidang Musyawarah Nasional (Munas) Forum Lingkar Pena (FLP) ke-VI yang berlangsung di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Surabaya pada Jumat-Minggu, 17–19 Oktober 2025 akhirnya menorehkan hasil manis. Kegiatan yang dihadiri sekitar 175 delegasi dari wilayah dan cabang seluruh Indonesia ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi anggota FLP, tetapi juga berhasil melahirkan berbagai keputusan strategis yang akan menjadi arah baru bagi organisasi penulis terbesar di Indonesia tersebut.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta Munas terlibat aktif dalam berbagai sidang dan forum yang membahas pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyusunan rekomendasi kaderisasi, serta arah bisnis dan kemandirian ekonomi organisasi. Sidang terdiri dari sidang komisi dan sidang pleno. Ada 3 komisi yaitu Komisi A (AD/ART), Komisi B (Kaderisasi), dan Komisi C (Bisnis). Pelaksanaan sidang-sidang tersebut berjalan dengan dinamis namun tetap hangat. Ppara delegasi berhasil mencapai berbagai kesepakatan penting yang memperkuat fondasi kelembagaan FLP dalam menghadapi tantangan dunia literasi di era digital.

Ketua Baru FLP

Salah satu pencapaian terbesar Munas ini adalah suksesi kepemimpinan yang berjalan secara tertib, demokratis, dan penuh semangat kekeluargaan. Setelah melalui proses penjaringan dan musyawarah mufakat, Nafi’ah Al Mar’ab terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP periode 2024–2029. Nafi’ah sebelumnya dikenal aktif sebagai Koordinator Divisi Kaderisasi BPP FLP periode 2021–2024, dan kiprahnya dalam pengembangan kader muda FLP menjadi salah satu alasan kuat di balik kepercayaan para peserta Munas kepadanya.

Dalam pidato penerimaannya, Nafi’ah menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan semangat para pendiri dan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dengan fokus pada penguatan ekosistem literasi digital, pemberdayaan kader daerah, serta kolaborasi antar-komunitas literasi nasional dan internasional. Ia menegaskan bahwa FLP harus terus menjadi rumah yang ramah bagi penulis muda yang ingin tumbuh dan berkontribusi untuk peradaban melalui tulisan.

Dewan Pertimbangan

Selain pemilihan ketua umum baru, Munas VI juga berhasil menetapkan anggota Dewan Pertimbangan (DP) FLP, yang terdiri dari gabungan unsur pendiri, mantan ketua umum, dan anggota pilihan peserta. Dari unsur pendiri adalah Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, dan Maimon Herawati. Sementara dari unsur mantan ketua umum, terdapat M. Irfan Hidayatullah, Setiawati Intan Savitri, Sinta Yudisia, dan Afifah Afra. Adapun empat anggota tambahan hasil pemilihan peserta adalah Habiburrahman El Shirazy, Ganjar Widhiyoga, Umi Kulsum, dan Rafif Amir. Dari 11 nama tersebut, peserta Munas memilih Dr. Maimon Herawati yang juga merupakan salah satu pegiat The Global Sumud Flotilla, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

Sebelumnya, S. Gegge Mappangewa, Ketua Umum BPP FLP periode 2021–2024, yang semestinya otomatis menjadi anggota DP dari unsur mantan ketua umum, menyatakan mengundurkan diri karena masih ingin berkhidmat di jajaran BPP periode baru. Keputusan tersebut disambut positif oleh peserta Munas sebagai bentuk dedikasi dan komitmen beliau terhadap penguatan organisasi.

Divisi Kepalestinaan

Ada beberapa hal yang baru dalam keputusan Munas VI tersebut. Berdasarkan AD/ART, dibentuk satu bidang baru yaitu Divisi Kepalestinaan yang akan fokus menggalang advokasi dan kampanye kemerdekaan palestina. Selain itu, AD/ART FLP kali ini juga membolehkan FLP membentuk badan usaha berbentuk PT atau CV.

Munas FLP ke-VI ini menjadi momentum penting dalam sejarah perjalanan FLP yang telah berdiri sejak 1997. Melalui semangat pembaruan dan kaderisasi yang sehat, FLP menegaskan kembali posisinya sebagai gerakan literasi yang tidak hanya menumbuhkan penulis, tetapi juga melahirkan pemikir dan penggerak perubahan sosial melalui kekuatan literasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here