Membuka Gerbang Literasi di Pelatpulpen 16 FLP Solo

0
28

Pada hari Minggu, 3 Agustus 2025 lalu, FLP Solo kembali gelar acara tahunan Pelatihan Kepenulisan dan Perekrutan Anggota (Pelatpulpen) ke-16 di aula SMK Negeri 4 Surakarta. Acara dimulai pukul 08.00 dan dihadiri oleh 18 peserta. Semua yang hadir bersemangat untuk menimba ilmu-ilmu kepenulisan dari kedua narasumber yaitu Dr. Rianna Wati, S.S., M.A. dan Listyorini, A.Md., Gz..

Pelatpulpen merupakan kegiatan yang menjadi langkah pertama untuk menjadi anggota FLP Solo. Setelah kegiatan ini berakhir, peserta akan kembali mengikuti kegiatan kelas lanjutan berupa mentoring kepenulisan sebanyak empat pertemuan. Kegiatan ini memiliki tujuan yaitu agar peserta bisa menerbitkan karya bersama berwujudkan buku antologi.

Pada sesi pertama, Dr. Rianna Wati, S.S., M.A. mengisi materi mengenai Memberdayakan Diri Lewat Tulisan. Dosen Sastra Indonesia FIB UNS tersebut menjelaskan bahwa menulis bukanlah sebuah bakat, warisan, atau turunan, melainkan sebuah keterampilan yang bisa dilakukan oleh siapapun selama ia teguh dan rajin berlatih. Kegiatan menulis bisa berbentuk apa saja mulai dari buku harian, postingan media sosial, resensi buku yang telah selesai dibaca, opini atau artikel dari sebuah fenomena, tips melakukan sesuatu, dan masih banyak lagi.

Sebagai salah satu pengurus FLP Pusat, Dr. Rianna juga menyampaikan bahwa demi memunculkan ide menulis, kita harus peka dengan lingkungan sekitar. Kepekaan itulah yang kelak bisa ide-ide sebuah tulisan. Adapun kendala yang sering dihadapi seorang penulis dalam kegiatan menulis salah satunya yaitu merasa bosan dan bingung untuk melanjutkan. Hal tersebut bisa jadi karena kurangnya referensi bacaan, kurangnya latihan dalam merangkai kata, tergoda dengan tema dan ide lain, atau terpenjara dengan pikiran sendiri bahwa menulis itu adalah sebuah bakat. Lagi-lagi beliau menekankan, bahwa menulis adalah sebuah keterampilan. 

Narasumber kedua yaitu ketua FLP Solo, Listyorini, A.Md., Gz. Beliau menjelaskan apa itu FLP kepada para peserta, dimulai dengan sejarah singkat berdirinya, aktivitas literasi yang dilakukan. Beliau juga menyampaikan visi dan misi FLP, serta menekankan tentang motto FLP yaitu berbakti, berkarya, dan berarti. Berbakti yaitu meniatkan kegiatan menulis dan berkarya untuk berbakti kepada Allah SWT. Berkarya yaitu menghasilkan karya untuk tujuan berbakti kepada bangsa.

Berarti yaitu bahwa sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat. Kegiatan yang berakhir pukul 12.30 WIB ini mendapat kesan apresiatif dari para pesertanya. Salah satu peserta Pelatpulpen 16 yang bernama Muhammad Sahal Fikri mengatakan ia merasa puas telah bertemu banyak orang-orang dari berbagai latar, alhasil banyak sekali insight yang ia dapat seiring berjalannya acara. Ia juga berharap bahwa para peserta Pelatpulpen dan seluruh anggota FLP akan terus kompak dan istiqomah dalam menebarkan kebaikan kedepannya. Amin, ya rabbal alamin.

Penulis: Syahidah D Nisa (Humas FLP Solo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here