Tiga Puisi Tentang Ibu

4
302

Melukis Wajah Ibu

Sambil melihat indahnya angkasa malam
Aku melukis wajah ibu di samping bulan
Ratusan bintang yang memperhatikan
Memendam kecemburuan tak terperikan

Sketsa wajah ibu hampir sempurna
Tinggal goresan alis yang sedikit lebih ditebalkan
Dan sebuah tahi lalat di sudut bibir kanan

Tapi segerombolan awan hitam datang
Mencoba menenggelamkan bulan
Sehingga angkasa berubah kelam
Bintang-bintang hanya mampu diam
Wajah ibu hilang
Kerinduanku makin mendalam

Doa Bunda

Jika kau ingin pergi
Pergilah
Tapi jangan lupa
Cium dulu tangan Bunda

Kejar mimpi itu
Tangkap
Tapi jangan lupa
Hadiahkan pada Bunda

Jika kau sudah lelah
Pulanglah
Dalam pelukan Bunda
Jangan jadi Malin Kundang
Karena Bunda tak mampu
Mengutukmu jadi batu

Mama

Satu nama
Tak pernah lepas dari ingatku
Satu nama
Kurindu selalu ingin bertemu
Satu nama
Firdaus ada di tiap langkahmu
Satu nama
Sosok tegar dalam balutan kulit keriput
Satu nama
Ridho Tuhan tergantung dari ridhonya
Begitu agung
Begitu istimewa
Sebut sejuta nama
Namanya yang paling mulia
Mama

***

*) Uda Agus, belajar menulis secara autodidak. Puisi bukanlah genre yang dikuasainya. Selama ini lebih konsisten menulis cerpen. Tulisan pertamanya dimuat majalah Annida (Juli, 2001). Buku perdananya, kumpulan cerpen berjudul Ngebet Nikah (DAR! Mizan, 2004). Pada tahun 2013 diundang sebagai emerging writer dalam perhelatan sastra Ubud Writers and Readers Festival. Sejak tahun 2011 konsisten menggelar lomba menulis cerpen hingga saat ini. Berdomisili di Payakumbuh, mengelola sebuah rumah baca, Pustaka Dua-2 (Rumah Baca dan Diskusi Sastra). Untuk lebih dekat dengannya, bisa menghubungi uda_agus27@yahoo.com atau di nomor 085274244342.


Previous articleHardi Marbot Mushola dan Uang Dalam Kotak Amal
Next articleNegeri-negeri Pilihan
Uda Agus
Belajar menulis secara autodidak. Saat ini bergabung dengan FLP Cabang Paliko (Payakumbuh - Lima Puluh Kota). Tulisan pertama dimuat di majalah Annida (Juli, 2001). Buku perdana kumcer Ngebet Nikah (DAR! Mizan, 2004). Tahun 2013 diundang sebagai emerging writer dalam Ubud Writers and Readers Fetival. Sejak tahun 2011 konsisten menggelar Lomba Menulis Cerpen Bersama Uda Agus (LMBUA) hingga sekarang. Berdomisili di Payakumbuh, mengelola Pustaka Dua-2 (Rumah Baca dan Diskusi Sastra) dan www.pustaka22.com. Bisa dihubungi via uda_agus27@yahoo.com atau 085274244342.

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here