Tiga Tips Hemat Energi Ala Emak-Emak

0
45

“Kak, jangan buang kertas yang sudah tidak terpakai.” Suara lantang anakku mengagetkanku.
“Kenapa?” Tanya saudara sepupunya menyelidik.
“Kakak harus tahu nih, kalau untuk menghasilkan 1 rim kertas ukuran F4 membutuhkan satu batang pohon pinus umur 5 tahun dan untuk memproduksi satu lembar kertas butuh air 2 gelas.” Anakku menjelaskan dengan detail. Terlihat kakak sepupunya manggut-manggut. Ternyata yang saya tanamkan ke anak saya bisa membekas. Pengetahuan mengenai produksi kertas yang tidak sepele menjadikan dia berpikir bahwa menghemat kertas itu hal yang wajib.

Sobat Filmi …
Kita memang sering tidak menyadari bahwa keseharian kita sering melakukan berbagai pemborosan. Misalnya menyalakan lampu pasa siang hari, membuka kran air sampai airnya luber, menyalakan televisi tanpa ditonton, menggunakan kendaraan bermotor walaupun perjalanannya dekat. Hal-hal seperti itu seakan sepele tetapi dampaknya bisa luar biasa.

Sebenarnya menanamkan kebiasaan hemat energi sangat penting lho dan sudah seharusnya dilakukan sedini mungkin. Ketika anak sudah memahami apa yang benar dan apa yang salah, tingkah lakunya akan dengan sendirinya akan mengikuti prinsip hidupnya. Ketika perilaku hemat energi menjadi prinsip hidupnya, akan terjadi keseimbangan hidup tentunya.

Tugas pertama untuk menanamkan prinsip hemat energi itu tentu saja diemban oleh keluarga terutama para ibu alias emak-emak. Sekolah tentu juga memiliki tanggung jawab. Akan tetapi, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Yuk Sobat Filmi, mulai sekarang tanamkan prinsip-prinsip hemat energi kepada anak-anak. Apa saja si hemat energi yang bisa ditanamkan sejak dari rumah?

Yang pertama hemat listrik. Penggunaan listrik sebaiknya diatur. Misalnya tidak menggunakan banyak peralatan listrik secara bersamaan, tidak menyalakan lampu pada siang hari, meninggalkan kebiasaan menyalakan televisi tanpa ditonton, dan menggunakan air seperlunya. Sebenarnya masih banyak perilaku hemat listrik yang lain.

Yang kedua, hemat bahan bakar. Sudah sangat familiar di telinga kita bahwa bahan bakar minyak merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Itu artinya, kalau habis dipakai tidak akan bisa dihasilkan lagi kalaupun bisa harus menunggu waktu yang sangat lama. Sampai saat ini, bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dunia. Sebenarnya sudah ditemukan sumber energi lain sebagai alternatifnya. Akan tetapi, masyarakat dunia tetap lebih memilih untuk menggunakan bahan bakar minyak untuk keperluan sehari-hari.

Cara menghemat penggunaan bahan bakar minyak adalah dengan mengunakan sepeda atau berjalan kaki untuk bepergian jarak dekat misalnya. Selain itu juga menggunakan kendaraan umum bila memungkinkan. Penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan juga memicu polusi dan kemacetan terutama di kota besar.

Yang ketiga, penghematan sumber energi makanan. Kata siapa kita tidak perlu menghemat makanan? Baru-baru ini warga Inggris bahkan harus mengunyah karet karena negara mereka mengalami krisis pangan. Nah lho.. Bukan hal yang mustahil hal itu bisa terjadi di berbagai negara. Negara Indonesia yang agraris tidak menjamin akan ketersediaan bahan pangan yang mencukupi. Oleh karena itu, kita harus berhemat soal makanan.

Prinsip orang zaman dahulu untuk tidak membuang makanan menjadi relevan untuk saat ini bahkan tak lekang oleh waktu. Sebisa mungkin kita juga memanfaatkan lahan pekarangan atau bagi yang hidup di perkotaan bisa menggunakan media hidroponik untuk berkebun. Sayur mayur dari kebun sendiri akan menghemat uang belanja bukan?

Ketiga cara itu dirasa efektif untuk menghemat energi terutama energi yang tak terbarukan. Menghemat bukan berarti pelit. Justru untuk meninggalkan warisan kepada anak cucu kita kelak. Semoga bermanfaat.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here