Fiksi Islami (Filmi), Gelar Webinar Tips Asyik Menulis

4
81

Melalui aplikasi zoom, www.fiksiislami.com (Filmi) menggelar kegiatan bertajuk webinar tips asyik menulis sekaligus launching pada ahad, 13 November 2022. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 54 orang (termasuk 6 orang tim redaksi), yang notabene-nya para penulis dan calon penulis dari seluruh nusantara. Selama lebih dari 2 jam para peserta diberi ilmu tentang tips asyik menulis, baik fiksi maupun nonfiksi.

Webinar dimulai tepat pukul 09.15 wib, sesuai jadwal, setelah 15 menit untuk proses admit peserta,. Kegiatan webinar Filmi bekerja sama dengan Rumah Zakat dan Penerbit Indiva Media Kreasi ini, dipandu oleh Kak Rini (Listyorini-red). Beliau memberi salam, menyapa pemateri dan peserta dengan gayanya yang khas, serta membuka webinar dengan mengajak seluruh peserta membaca basmalah. Selanjutnya pembacaan Kalam Ilahi oleh Kak Nurul Afifah (Administrasi dan Keuangannya Filmi). Kak Nurul membaca QS Ar Rum ayat 20 – 26 dengan tartil yang syahdu, semua peserta tenang sambil mendengarkan bacaan ayat Al Qur’an berharap keberkahan dari Allah dalam mengikuti webinar ini.

Berikutnya, Kak Rini menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan kegiatan webinar. Setelah itu, Kak Rini yang merupakan Desain Grafis Filmi menyerahkan acara kepada moderator, yaitu kak Aisyah. Kak Aisyah sang sekretaris redaksi Filmi, memandu penyampaian materi dan diskusi dengan santai.

Giliran pertama menyampaikan materi ada Kak Asri Istiqomah tentang Asyiknya menulis nonfiksi. Kakak yang didaulat sebagai redaktur nonfiksi ini, memulai pemaparannya dengan pengertian menulis, mengapa harus menulis, dan ciri-ciri tulisan nonfiksi. Penulis buku motivasi bagi kaum hawa, Buku Asyik Si Cewek Cantik ini, menjelaskan jenis-jenis tulisan nonfiksi terdiri dari biografi, esai, makalah, artikel, dan kamus. Adapun proses menulis itu sendiri, lanjut kakak Asri adalah dimulai dengan pramenulis, meliputi: menemukan ide, menentukan judul, jenis tulisan, kerangka, dan mengumpulkan bahan.

Pemateri kedua, diserahkan kepada kak Rianna Wati, SS, M.A sang redaktur Fiksi. Sesuai dengan kapasitasnya beliau menjelaskan mengenai tips menulis fiksi. Penjelasan materi oleh bu Dosen Sastra Indonesia FIB Universitas Sebelas Maret ini dimulai dari motivasi kepada peserta dengan kalimatnya: “menulis bukan bakat, bukan warisan, bukan pula turunan, tapi keterampilan, jadi bisa dilakukan oleh siapa saja.”
Lebih lanjut, ibunda 1 putri ini memaparkan tentang prewriting, yang terdiri dari berbagai pertanyaan: punya ide apa, tujuan karya, momentum, dan media yang dituju. Adapun tips untuk memunculkan ide, menurut Kak Rianna di antaranya: seringlah mengamati, peka dengan keadaan sekitar, banyak membaca, melihat dari sisi yang lain, menjadikan pengalaman sebagai sumber ide, menuliskan ide yang tiba-tiba datang, dan membaca momentum.
Masih menurut kakak friendly penulis novel “Salju Sungai Seine” ini, untuk memulai menulis bisa dari mana saja, seperti: kisah berhikmah, meresensi dari buku yang dibaca, tips, opini/artikel, dan juga biografi. Semua peserta menyimak dengan baik saat kakak Rianna memaparkan materinya.

Selanjutnya pemateri terakhir, yaitu pemimpin redaksi Filmi Mbak Afifa Afra. Penulis yang sudah malang melintang di tanah air dan direktur PT Indiva Media Kreasi ini, memperkenalkan fiksiislami.com (Filmi) yang digawanginya. Mulai dari latar belakang mengapa Filmi lahir yang disebabkan keprihatinan akan semakin minimnya ruang untuk fiksi islami, selain itu berdasarkan riset, fiksi yang mencerahkan akan membentuk kepribadian yang lebih baik. Berikutnya latar belakang yang lain adalah mengingat pernyataan David McMclelland, karakter yang positif pada fiksi juga bisa meningkatkan need of achievement, serta adanya kesadaran bahwa literasi islami khususnya fiksi harus dikembangkan dan harus ada pihak yang mau menggarap hal ini dengan fokus dan konsisten. Atas dasar itulah Filmi hadir.

Filmi memiliki visi menjadi media yang aktif melakukan syiar islam dan menerbitkan karya-karya fiksi islami dalam rangka melakukan proses pembentukan karakter positif pada umat islam khususnya generasi muda. Untuk mencapai visi tersebut, beliau menyampaikan misi-misinya, yaitu: mengelola media yang bisa menjadi ajang penerbitan karya-karya fiksi islami yang berkualitas, mengembangkan dan memperkuat literasi islami melalui internet, ikut mengusahakan kesejahteraan para pekerja kreatif yang terlibat dalam kegiatan literasi islami, dan melakukan perbaikan karakter umat melalui media.
Penulis Tetralogi De Winst yang juga anggota Dewan Pertimbangan Forum Lingkar Pena ini, juga mengajak seluruh peserta untuk ikut ambil bagian dalam menyebarluaskan media yang memiliki tagline: “Lembutkan nurani!” ini. Walaupun saat ngasih pemaparan beliau tengah on the way keluar kota, namun materi dari Mbak Afra disampaikan dengan sangat menarik dan bisa ditangkap jelas oleh peserta webinar.

Setelah selesai sesi dari 3 pembicara, berikutnya moderator memimpin sesi question and answer (Q and A). Peserta diminta untuk mengirimkan pertanyaan melalui kolom chat ataupun pada WA grup. Untuk pertanyaan melalui WA grup sudah ditampung mulai dari sehari sebelumnya.
Para pembicara menjawab dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan oleh peserta dengan sangat baik. Adapun pertanyaan yang perlu jawaban lebih panjang akan dijelaskan lebih rinci pada web fiksiislami.com. Selanjutnya, agar lebih dekat, seluruh peserta webinar diundang untuk bergabung pada WA grup Rumah Filmi.

Setelah acara diskusi selesai, kak Rini mengambil alih kembali acara. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, kemudian ditutup dengan doa. Acara berakhir, peserta mendapatkan pencerahan dan wawasan yang baru dalam menulis. sukses selalu buat Filmi, semoga berkah dan bisa menebar banyak manfaat ke seluruh penjuru dunia. Salam literasi. (Neto Kosboyo – Bengkulu)

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here