Di tengah duka Gaza dan kepedihan musibah di Sumatera, seberkas angin segar berhembus dari Kota Solo. Solidaritas warga Solo untuk rakyat Palestina mengalir deras dalam Tabligh Akbar bertajuk “Risalah Perdamaian Dunia” yang digelar di Masjid Agung Surakarta, Ahad 30 November 2025. Cukup menakjubkan, karena dalam kegiatan yang berlangsung sekitar empat jam itu, panitia berhasil menghimpun donasi dan komitmen donatur lebih dari Rp1 miliar.
Dana yang langsung masuk melalui kotak donasi (sunduq), transfer, serta panggilan langsung kepada para donatur mencapai Rp705.823.521, sementara total komitmen yang dijanjikan mencapai Rp1.003.823.521. Gelombang donasi besar turut mewarnai acara, di antaranya Rp200 juta dari satu donatur, Rp50 juta dari satu donatur, Rp30 juta dari satu donatur, Rp25 juta dari enam donatur, serta Rp10 juta dari sembilan donatur. Dana tersebut akan disumbangkan untuk membangun kembali Gaza yang porak poranda.
Antusiasme masyarakat tampak jauh sebelum acara resmi dimulai. Sejak pukul 04.00 WIB, serambi utama Masjid Agung sudah dipadati jamaah putra dan putri. Pada 04.30 WIB kawasan masjid mulai penuh, sementara lantunan takbir dan shalawat semakin menggema menjelang kehadiran Ustaz Abdul Somad atau yang lazim disebut sebagai UAS. Menurut panitia, jumlah jamaah diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 orang, meluber hingga ke Alun-alun Utara.
Kerjasama Sejumlah Elemen
Acara dibuka pukul 05.00–05.50 WIB oleh duet MC NanHanan dan Ginang dengan tilawah Surat Al-Hujurat, disusul penampilan pencak silat serta pembacaan puisi. Hadir memberikan sambutan adalah K.H. M. Kholid Musthofa, Lc., M.A. (Ketua Panitia dari PD IKADI Surakarta), K.H. M. Muhtarom, M.Si., M.Pd.I. (Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta), K.H. Imam Suhadi, M.Si. (Ketua MUI Kota Surakarta), Ustaz Gusti Darjatun (IKADI), serta K.H. Syihabuddin, M.A. dari Ponpes Isy Karima. Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Solo, yakni Wali Kota Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn., serta Wakil Wali Kota Astrid Widayani, S.E., M.B.A.
Rangkaian acara terselenggara melalui kerja sama banyak elemen, di antaranya PD IKADI Surakarta, Takmir Masjid Agung, IPHI, IBM (Indonesia Bangkit dari Masjid), DSKS, PPTQ Haramain, PPTQ Griya Qur’an, SALIMAH, FLP Surakarta, BMB (Bersama Masjid Bahagia), Solo Peace Convoy, dan Remaja Masjid Agung. Keterlibatan banyak komunitas ini menjadi bukti kuatnya kepedulian warga Solo terhadap isu kemanusiaan global.
Dalam tausyiahnya, UAS mengajak jamaah meneguhkan persatuan umat untuk memperkuat ketahanan sosial. “Jika umat bersatu dan kokoh, barulah kita mampu ikut mewujudkan perdamaian dunia,” tegasnya.
UAS Mengingatkan Bahaya Penebangan Liar
Selain membahas Palestina, UAS juga menyinggung kondisi Indonesia yang tengah dilanda musibah banjir di beberapa daerah. Ia mengingatkan bahaya penebangan liar dengan pernyataan yang cukup menonjok. Kata beliau, Orang Israel rajin menanam pohon Ghargad, karena dipercaya oleh bangsa Yahudi bahwa pohon itu akan menyelamatkan mereka. “Anehnya, kemarin banjir bandang turun bukan hanya air dari gunung, tapi juga gelondongan kayu. Orang yang memotong kayu lebih jahat daripada Israel.”
Perbandingan dari UAS tentang orang Israel yang menanam pohon dan orang yang menebangi pohon dengan brutal ini tampaknya dalam rangka agar masyarakat berpikir panjang untuk melakukan kerusakan alam semesta yang terindikasi kuat menjadi sebab musibah banjir dan longsor saat Badai Topan Senyar menghantam langit Sumatera kemarin.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Sadaqa, lembaga yang fokus pada kemanusiaan dan pendidikan Al-Qur’an di Gaza. Selain memperkuat kepedulian umat terhadap Palestina, Tabligh Akbar ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat mengenai tanggung jawab sosial di tanah air—termasuk kepedulian terhadap korban bencana di Indonesia.
(Iffah Diharja – FLP Solo).
































