Siapa pun yang sudah berkomitmen atau berkecimpung dalam dunia tulis menulis sudah pasti mencari ide itu adalah hal yang tersulit, bahkan banyak yang bilang kalau mencari ide menulis itu sesulit mencari jodoh, bener gak, sih? Itulah yang sering membuat malas menulis. Gak suka nulis, gak pinter, gak ada pengalaman. Sukanya jalan-jalan, makan, nonton, gosip, bla…bla…bla….Padahal ide itu tuh banyak muncul di sekitaran itu, kesukaan kalian. Gak percaya? buktiin aja ndere…heheheheh…
Memang gak bisa dipungkiri bahwa ketika kita menulis, tiba-tiba saja ide itu hilang, dan… terhenti di tengah jalan deh. Aku juga pernah kok ngalamin yang seperti ini. Nah, bila sedang kesulitan mencari ide atau terhenti di tengah jalan, aku akan melakukan beberapa hal seperti berikut:
1. Jalan-jalan
Sering kali terlampau banyak yang dipikirkan membuat kepala terasa penuh sehingga ide sukar muncul. Ada baiknya menyempatkan diri untuk jalan-jalan. Jalan-jalan ke mana? Kita bisa berjalan-jalan di sekitar rumah. Kayak aku misalnya, sekitar rumahku banyak pepohonan dan sayuran. Nah, dari sanalah biasanya sering muncul ide, apalagi melihat suasana yang berbeda, hijau-hijau gitu. Suasana yang berbeda bisa membuat kita jauh lebih bersemangat lagi atau fresh.
2. Menonton acara televisi
Menonton acara televisi untuk mencari ide aku lakukan ketika mager atau mendadak berubah menjadi monster rebahan hehehehe. Banyak hal yang dapat kita saksikan di sana. Mulai dari film, talk show, acara olah raga, sinetron, berita, sampai gosip terbaru, ups. Nah, dari sanalah biasanya muncul ide yang memicu khayalan-khayalan di kepalaku sehingga membentuk suatu cerita untuk ditulis.
3. Mendengarkan musik
Cara lain untuk mendapatkan ide adalah dengan mendengarkan musik, terutama musik favorit. Biasanya lirik lagu bisa merangsang ide. Disadari maupun tidak, dalam kegiatan apapun ketika mendengar alunan musik, sontak membuat anggota tubuh kita bergerak secara reflek. Yang paling sering kita lihat di berbagai kesempatan dan dalam acara tertentu, ketika ada suara musik pastilah tangan secara sepontan akan mengetuk-ngetuk benda di dekatnya, atau menepuk-nepuk bagian kaki. Bahkan, tak jarang pula yang menggerakkan kaki atau sekadar mengangguk-angguk kepala dan sebagainya.
Dengan musik, otak kanan dan otak kiri kita bersinergi, iramanya pun memacu jemari kita untuk terus menekan tombol-tombol huruf di depan kita yang dapat menghasilkan kata serta kalimat bermakna. Hal ini cocok bagi penulis yang suka banget sama alunan musik, bisa dielaborasi, nih.
4. Melakukan kegiatan yang disukai
Hal lain yang aku lakukan dalam rangka mencari ide adalah melakukan kegiatan lain yang ku sukai, yaitu beresin rumah, hihihihihi. Tapi aku gak suka beresin rumah, Kak, sukanya ngeberantakin aja, boleh gak? Boleh dong? Awal mula puzzle kan dari susunan yang berantakan. Barangkali saja dari ngeberantakin rumah bisa muncul ide tips dan trik bagaimana cara merapikannya dalam sekejap, bisa jadi kan?
Atau bagi kalian yang suka bertemu dengan orang-orang, teman, sahabat atau hanya sekadar ngopi, hal ini bisa saja merangsang munculnya ide. Kok bisa? Bagaimana caranya? Nah, ketika kita bertemu dengan orang-orang kita secara tidak langsung bisa saja memuji penampilannya atau bahkan sebaliknya, memberikan tips agar menarik atau enak dipandang mata. Nah, dari sini ide bisa bermunculan. Atau ketika teman sedang curhat masalah mereka dan teman lain memberikan solusi, nah, hal ini tentu saja bisa kita jadikan ide untuk menulis.
5. Pengalaman Pribadi
Terkadang secara tidak sadar, kita sibuk memikirkan hal-hal lain sebagai ide yang cemerlang, ide yang bagus, ide yang brilian, padahal pengalaman atau masalah pribadi bisa dijadikan ide menulis. Coba berkaca ke kehidupan kita sendiri, cari masa-masa menarik yang pernah dilewati, dan mulai menulis. Misalnya kita pernah mengalami quarter life crisis dengan segala kehebohan di dalamnya. Cari angle menarik dari fase hidup tersebut, ‘wawancarai’ diri kita sendiri, lalu coba tuangkan ke dalam tulisan.
Nah, itu tadi beberapa tips merangsang munculnya ide.
Yang terpenting kegiatan itu bisa mengusir rasa penat yang menghalangi kemunculan ide.
Masih mau bilang mencari ide menulis itu sesulit mencari jodoh, oh…no…no…no….
Penulis
Maya Fasindah, Ibu dari 3 orang anak, guru, penulis buku, novel, dan artikel.
































