Shalat Jenazah, Obat Tidur dan Sesama Setan

1
802

Sholat Jenazah

Abu Nawas suatu hari mengikuti sholat jenazah di sebuah mesjid. Beberapa saat kemudian, di pertengahan pelaksanaan sholat berlangsung, seluruh jamaah dikejutkan oleh ulah Abu Nawas yang secara tiba-tiba bersujud, entah karena lupa atau sengaja ia melakukannya. Spontan saja para jamaah di sekelilingnya terkejut akan apa yang dilakukan Abu Nawas. Setelah sholat selesai seseorang di antara para jamah tersebut bertanya kepada Abu Nawas.

“Hai Syekh, kenapa antum tadi ketika sholat jenazah pakai sujud?”
Dengan enteng, Abu Nawas pun menjawab, “Mayat ini banyak banget dosa-dosanya, jadi tidak cukup kalau sholatnya hanya diberi takbir saja, jadi mesti pakai sujud.”

Obat Tidur untuk Raja Harun Al-Rasyid

Suatu malam, Raja Harun Al- Rasyid mengalami kesulitan untuk tidur. Malam sudah semakin larut, akan tetapi raja belum juga merasakan kantuk. Kemudian Raja memanggil salah satu pengawal istana. Raja berkata “Umumkan kepada seluruh rakyat, barang siapa yang bisa membuat raja tertidur, akan diberikan 10 koin emas!”

Pengawal istana pun kemudian bergegas memberikan isyarat kepada bawahannya agar segera bergerak cepat untuk mengumumkan titah sang raja kepada rakyat. Setelah sayembara tersebut diumumkan, datanglah dua orang yang kebetulan pada malam itu juga mengalami kesulitan untuk tidur, dan merekapun berniat untuk mengikuti sayembara yang diadakan oleh raja tersebut.

Akan tetapi upaya yang dilakukan Kedua peserta tersebut gagal untuk membuat raja bisa tertidur. Cerita yang dibawakan oleh dua peserta pertama justru malah membuat raja semakin susah untuk tertidur. Hingga sampailah ketika Abu Nawas yang menawarkan diri untuk mengikuti sayembara. Setelah Abu Nawas dipersilahkan, ia pun mulai bercerita, “Baginda, dahulu kala ada seekor raja semut yang kurang kerjaan. Ia masuk ke kuping sebelah kanan seorang yang sedang tidur, kemudian keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi. Lalu masuk ke kuping kiri, keluar lagi, masuk lagi, namun keluar lagi.”

Raja pun kesal mendengarkan kisah yang disampaikan oleh Abu Nawas. Menurut raja cerita Abu Nawas tidak menarik dan membuat raja menjadi bosan sehingga ia pun menguap dan memiringkan tubuhnya dan membelakangi Abu Nawas. Perlahan tapi pasti, raja pun menutup matanya dan mulai tertidur.

Pagi harinya, Abu Nawas pun masuk lagi ke istana dengan mengendarai sebuah kereta. 10 karung diangkat ke dalam kereta, dimasukkan satu per satu. Penjaga pintu istana pun heran dan geleng-geleng kepala ketika kereta itu keluar melewati pintu gerbang. Abu Nawas tertidur pulas di atas tumpukan karung emas dengan suara mendengkur yang keras.

Setan VS SETAN

Suatu hari ada seorang pejabat, selama ia menjabat ia melakukan banyak perbuatan dosa seperti korupsi, mencuri hak rakyat secara sepihak, memperdaya rakyat kecil, mabuk-mabukan, dan perbuatan keji lainnya. Akan tetapi setiap diperiksa oleh pihak berwenang ia selalu lolos dari jerat hukum. Karena aparat yang berwenang sudah disogok dengan segepok uang. Hingga suatu ketika ia terceletuk ide, untuk mengesankan bahwa ia merupakan pejabat yang baik, ia pun mendaftarkan diri untuk berhaji.

Dengan mengambil jatah haji furoda, iapun mendaftarkan diri, hingga tak sampai satu tahun ia berhasil berangkat ke tanah suci. Rangkaian haji pun ia lalui dengan lancar hingga sampailah ia harus melakukan lempar jumroh.

Dengan yakin dan mantap untuk melempar batu kerikil yang di genggamnya, ia melemparkan batu kerikil pertama, “Bismillahi Allahu akbar!” pekiknya.

Akan tetapi yang terjadi adalah batu itu kembali lagi hingga mengenai kepalanya, kemudian hal tersebut berulang sampai batu keenam, dan ketika ia akan melemparkan batu kerikil ketujuh, sambil menggerutu diapun melemparkan dengan sangat kuat, “Bismillahi Allahu akbar!”

Namun lagi-lagi batu itu kembali dan mengenai bagian kepalanya. Kemudian ia mendengar suara bisikan di telinganya “Hai, sesama setan dilarang saling melempar, tau.”

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here