Puisi Sketsa Air Mata Cinta

1
107

SKETSA AIR MATA CINTA

pada deras hujan
mungkinkah kau titipkan rindu
sajak dan puisi bertebaran
di denyut nadiku
di sendu suara sahdumu
kusematkan alunan cintaku

kenapa impian selalu lantak
dalam deburan ombak
kegelisahan macam apalagi yang mesti kuvisualkan
ke dalam gambar dan tulisan
sedang sekelebat bayangmu
berjejalan di lembar kanvas dan kertas-kertas

air mata untuk sebuah cinta
cinta yang teramat sering terlalai
terembus di setiap desahan napas
berdetak seiring denyutan nadi

cinta yang menyatu
menitik basah di embun pagi
meranggas di kemarau dedaunan jati

wahai cinta hakiki
yang dunia selalu menyapa wajahnya
yang matahari selalu menyinari matanya
yang embun selalu menetes di wajahnya
yang rembulan selalu menyelinap di bibirnya
yang hujan senantiasa hadir mewakilinya
terimalah ungkapan hati yang terluka
terimalah kata lisan berduka
terimalah jeritan jiwa terpenjara
terimalah bahasa raga menanggung lara
walau ombak menghantam karang
biar petir menyambar pualam
walau racun menusuk tulang
dan laba-laba merusak bingkai

aku isakkan dalam tangisan
hanya satu rangkaian kata
hanya satu makna
sketsa tangis untuk sebuah cinta
di akhir sepertiga malam nan sunyi
tangis menghunjam dada
untuk cinta yang sering terlupa
cinta sejati
cinta pemilik langit dan bumi

HARTA BERHARGA

cinta, harta berharga yang masih kumiliki
dengannnya aku dapat tersenyum dalam kepahitan
dengannya aku dapat menangis dalam kebahagiaan
dengannya aku dapat berzikir dalam kesunyian
cinta melahirkan kesabaran dan keikhlasan dalam diriku
cinta membentuk keteguhan pada setiap menit keputusanku

dengan cinta
aku tetap bertahan di bumi ini
memaknai setiap tarikan napasku
cinta telah mengikat langkahku untuk tidak pergi
setelah aku sangat ingin berlari
dari segala pengkhianatan dan kemunafikan

cinta mengalir di darahku
melahirkan seribu satu harapan
kembali hadirnya kedamaian
setelah segalanya terempas dari relung asa

kini cintaku telah dimurnikan
aku mencintai tidak lagi dengan rasa
tetapi dengan jiwa
jiwa yang telah dimurnikan dan disucikan
oleh penderitaan dan kepahitan hidup
seiring kedalaman makna yang terhunjam
dari ayat-ayat kudus

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here