Manfaat Rutin Membaca Ayat Kursi

0
211

اللهُ لُآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ، لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، لَهُ مَافِى ٱلسَّمَـٰوَ تِ وِمَافِى الْأَرْضِ، مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ، وَلَايُحِيْطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَاشَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰو تِ وَٱلْأَرْضِ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَاوَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia Yang Hidup kekal lagi selalu mengatur (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Dia Maha Pemilik segala hal yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang bisa memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apapun dari ilmu Allah kecuali telah dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al-Baqarah: 255)

Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang terdapat dalam Al Qur’an, yakni Surah Al Baqarah ayat 255. Menurut penjelasan K.H. Bahauddin Nur Salim, atau yang sering dikenal dengan nama Gus Baha menerangkan bahwasannya ayat kursi itu istimewa. Bukan berarti ayat yang lain tidak istimewa, semua ayat Al Qur’an itu istimewa. Beginilah yang pernah beliau ucapkan pada salah satu pengajiannya yang diabadikan dalam kanal youtube, “Semua ayat Al Quran itu spesial karena kalam (firman) Allah. Namun ada ayat-ayat yang Allah sendiri memberi kekhususan,” terangnya.

Dari penjelasan di atas semua ayat Al Qur’an itu istimewa. Namun, Allah memberikan kekhususan pada beberapa ayat yang ada dalam Al Qur’an. Salah satunya adalah ayat kursi. Menurut Syeikh Ali Jaber keutamaan ayat kursi bukan hanya bisa mengusir setan. Akan tetapi juga bisa untuk memudahkan masuk surga. Keutamaan yang diutarakan oleh Syeikh Ali Jaber didukung oleh salah satu hadis Nabi Muhammad Saw.

Yang berbunyi:

مَن قرأَ آيةَ الكرسيِّ دبُرَ كلِّ صلاةٍ مَكْتوبةٍ ، لم يمنَعهُ مِن دخولِ الجنَّةِ ، إلَّا الموتُ
Artinya: “Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian.” (HR An Nasa’i).

Ayat kursi merupakan satu ayat yang ada dalam Al Qur’an. Ketika ada hamba–Nya yang mau membaca atau mengamalkannya, niscaya Allah Swt. akan memberikan begitu banyak kemudahan dan keberkahan dalam hidupnya. Banyak para alim ulama yang menganjurkan untuk istikamah membaca ayat kursi. Karena memang ayat kursi memiliki banyak keutamaan yang harus diketahui, antara lain:

1. Termasuk dalam ayat yang paling agung dalam Al Qur’an.

Ayat Kursi adalah ayat teragung di dalam kitab Allah Swt. Sebagaimana dalam kisah Nabi Muhammad Saw pernah menepuk dada Abu Mundzir dengan kalimat “ اللّٰهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّمُ”. Kemudian Rasulullah mendoakan Abu Mundzir agar diberi kemudahan ilmu. Dari sepenggal kisah diatas bahwa mengistikamahkan membaca ayat kursi, maka Allah Swt akan memberikan kemudahan dalam mencari ilmu.

2. Ayat Kursi merupakan pemimpin semua ayat Al Qur’an.

Ayat ini merupakan pemimpin dan penghulu Al Qur’an. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Segala sesuatu itu mempunyai puncaknya dan puncak Al Qur’an adalah surat Al-Baqarah, di dalamnya terdapat sebuah ayat pemimpin semua ayat Al Qur’an yaitu ayat kursi“. (HR. Tirmidzi).

3. Dua Malaikat Penjaga

Jika membaca ayat Kursi menjelang tidur, maka Allah akan menyertakan dua malaikat penjaga bagi pembaca sehingga setan tidak dapat mendekatinya sampai pagi. Hal ini juga disampaikan oleh Syeikh Ali Jaber dalam kajiannya, yang mana ketika ada seorang muslim membaca ayat kursi sebelum tidur, maka tidurnya akan dijaga oleh Allah Swt dari gangguan jin, dan setan. Selain itu juga, Syekh Ali Jaber mengatakan jika membacakan ayat kursi di dekat kepala anak lalu mengusapkannya di dada anak yang sedang tidur, maka Allah Swt akan menjaga anak tersebut. Dan juga, apabila ada orang tua rutin membacakan ayat kursi didekat anak yang sedang tidur, maka bisa dijadikan metode ruqyah bagi orang tua untuk anak. Hal ini bertujuan untuk melindungi anak dari segala macam gangguan jin, setan, dan orang–orang yang ingin melukainya.

4. Penjagaan Allah SWT

Para alim ulama banyak yang mengatakan, jika ada seorang muslim yang membiasakan membaca ayat kursi ketika keluar rumah, maka Allah Swt akan menjaga muslim tersebut hingga kembali ke rumahnya lagi. Dan jika ada seorang muslim yang rutin membaca ayat kursi ketika masuk dalam rumah, maka rumah itu akan Allah Swt jaga dari mara bahaya.

5. Pembuka Hati dan Pikiran

Dalam tausiah yang pernah disampaikan oleh Mamah Dedeh tentang keutamaan ayat kursi, pada salah satu stasiun televisi menjelaskan jika ada seorang muslim yang mengamalkan membaca ayat kursi sehari semalam sebanyak 18 kali, maka Allah Swt akan bukakan hati dan pikirannya dalam belajar. Maka Allah Swt akan mudahkan dalam belajar, dan memberikan ilmu yang bermanfaat.

6. Jaminan Surga

Seperti penjelasan yang di atas, apabila ada seorang muslim yang mengamalkan secara istikamah dengan membaca ayat kursi setelah salat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian. Allah Swt memberikan jaminan surga kepada hamba–Nya yang mau mengamalkan membaca ayat kursi secara rutin sesudah salat wajib.

7. Mengingat Kekuasaan Allah

Membaca ayat kursi merupakan salah satu cara seorang hamba untuk mengingat kekuasaan Allah Swt yang begitu luar biasa. Dalam ayat kursi menggambarkan kekuasaan Allah Swt yang begitu luar biasa. Maka dari itu setiap membaca zikir sesudah salat, atau ketika sedang membaca tahlil ayat kursi selalu dibaca. Hal ini berguna agar manusia bisa mengingat kekuasaan Allah Swt melalui ayat kursi.
Mengapa ayat ini disebut dengan ayat kursi? Karena dalam ayat ini menggambarkan kedudukan atau kursi kekuasaan Allah Swt terhadap alam semesta dan isinya. Selain itu juga, Allah Swt menunjukkan sikap welas asih kepada hamba-Nya pada ayat ini. Jika sudah mengetahui apa saja keutamaan membaca ayat kursi secara rutin, tentu harus diketahui juga bagaimana asbabun nuzul-nya.

Asbabun Nuzul Ayat Kursi

Kalau dilihat dari asbabun nuzul turunnya ayat kursi, maka rasa kukuh dalam hati untuk mengamalkannya tidak akan goyah. Asbabun nuzul artinya sebab–sebab atau latar historis turunnya ayat Al Qur’an. Al Qur’an diturunkan sedikit demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Ayat demi ayat diturunkan oleh Allah dalam keadaan yang berbeda-beda. Mengapa bisa dikatakan berbeda–beda? Karena sebab ayat turunnya berbeda–beda. Beda tempat, waktu, dan peristiwa.

Begitu pula dengan asbabun nuzul dari ayat kursi yang tentu berbeda dengan ayat–ayat yang lain. Asbabun nuzul ayat kursi diturunkan Allah Swt pada suatu malam ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah ke Madinah. Maka dari itu ayat kursi termasuk dalam golongan surat madaniah. Penurunan ayat kursi ini diantarkan oleh malaikat yang jumlahnya hingga ribuan, kenapa sampai diantarkan ribuan malaikat? Karena ayat kursi ini adalah salah satu ayat yang sangat mulia di dalam kitab suci Al Qur’an, oleh karena itu para malaikat pun mengiringinya atas perintah Allah Swt.

Pada saat penurunan ayat kursi ini Allah Swt memerintahkan malaikat jibril disertai dengan 70 ribu malaikat lainnya untuk menjadi perantara. Saat wahyu ini telah sampai di langit dunia kemudian dilanjutkan ke bumi, pada saat itu bumi terjadi gempa di seluruh belahannya.

Gempa tersebut menyebabkan seluruh sesembahan berupa berhala milik orang kafir menjadi goncang dan hancur. Seluruh manusia bahkan para raja menjadi bergetar. Para raja yang memiliki mahkota pun berjalan tanpa mahkota, karena mahkotanya telah jatuh. Seluruh iblis dan juga setan berlarian tak karuan karena saking takutnya.

Karena merasa aneh dengan gempa yang terjadi, maka iblis menyuruh setan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan gempa dan juga ketakutan mereka. Setelah di cari tahu, ternyata pada saat itu ayat kursi yang mulia telah diturunkan. Melihat hal tersebut para setan dan iblis pun lemas ketakutan. Dan apabila ada seorang muslim yang membacakan ayat ini, maka para kaum iblis tidak akan memiliki nyali, dan kemampuan dalam menjerumuskan muslim tersebut ke dalam lubang dosa dan maksiat.

Turunnya ayat kursi memang membuat para kawanan iblis dan setan gemetar dan ketakutan. Namun, bukan berarti ayat kursi bisa digunakan jimat penangkal godaan iblis dan setan bagi siapa saja. Ayat kursi bukanlah jimat, melainkan kalam Allah Swt yang tertulis dalam Al Qur’an. Sungguh tidak mengindahkan kalam Allah Swt, jika ayat kursi dijadikan jimat. Oleh karena itu, niatkanlah dalam hati untuk membaca ayat kursi secara rutin dan iklas demi kebaikan dunia akhirat. Bukan demi jimat agar tidak diganggu iblis dan setan.

Membaca ayat kursi merupakan amalan sederhana namun mampu memberikan efek yang luar biasa, jika mau membacanya secara rutin. Gus Baha pun pernah mengulas ayat ini dalam pengajiannya. Gus Baha memaparkan ada sepuluh kalimat yang menjelaskan tentang tauhid dalam ayat kursi. Antara lain:

1. اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُو (Allah, tidak ada Tuhan kecuali Dia), hanya Allah Tuhan Tunggal bagi makhluk-Nya. Hal ini meniadakan siapapun selain Allah yang mengaku atau diaku sebagai Tuhan semesta alam.

2. اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ (Yang Maha hidup, Yang Berdiri Sendiri). Dua sifat ini yang membedakan Allah dengan Tuhan lainnya. Jika Tuhan yang lain bisa mati, maka tidak dengan Allah, Ia Maha Hidup dan Kekal. Dua sifat ini menjadi penegasan sekaligus penenang bagi orang mukmin bahwa Allah selalu hidup dan tidak bergantung ke dzat lainnya.

3. لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ (tidak mengantuk dan tidak tidur). Ini menunjukkan kepedulian Allah kepada hamba-Nya. Allah Swt tidak tidur demi menjaga dan peduli kepada hamba–Nya. Bukankah kita sebagai seorang muslim seharusnya bersyukur, karena Allah Swt terus menerus menjaga kita. Bahkan satu detik pun Allah Swt tak pernah tertidur atau mengantuk.

4. لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ (Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) Menurut Gus Baha’ ini sangat keren dan luar biasa. Allah Swt menciptakan dan memiliki alam raya namun tidak membutuhkannya sama sekali. Allah Swt membiarkan makhluknya menggunakan alam semesta ini cuma–cuma. Andaikan alam semesta ini buatan manusia, tentu semuanya sudah dijadikan ladang bisnis.

5. مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ (Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya) Allah Swt maha segala–galanya atas apapun yang ada di dunia ini. Allah Swt yang berhak memberikan syafaat atau tidak pada hamba–Nya. Sebab otoritas yang ada di langit maupun di bumi ini hanyalah Allah Swt.

6. يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ (Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka) dan Allah mengetahui apa yang ada disekitar kita untuk membantu dan memperhatikan kita. Sebagai manusia tentu sangat senang jika selalu diperhatikan dan diawasi. Karena dengan begitu akan menciptakan rasa nyaman pada manusia. Begitu juga Allah Swt yang selalu membantu dan memperhatikan makhluk–Nya.

7. وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ (dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki), tidak ada yang diketahui oleh makhluk-Nya kecuali atas kehendak-Nya. Segala apapun yang berada pada diri kita itu adalah pemberian Allah, termasuk juga ilmu. Sebab status kita makhluk dan statusnya Allah adalah khaliq. Manusia sebagai penerima dan Allah sebagai pemberi.

8. وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ (Kursi-Nya meliputi langit dan bumi) kursinya Allah itu menduduki langit dan bumi.

9. ,وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ (Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya), Allah tidak pernah lelah mengurus besarnya alam semesta ini. Hal ini berbeda dengan ciptaan-Nya yang sedikit saja, sudah merasakan lelah.

10. وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ dan Allah Maha Tinggi dan Maha Besar.
Dari pemaparan Gus Baha tentang sepuluh kalimat agung yang ada dalam ayat kursi, dan penjelasan tentang keutamaan membaca ayat kursi secara rutin dari Syekh Ali Jaber dan Mama Dedeh. Penulis berharap para pembaca yang budiman bisa mengamalkannya, yakni membaca ayat kursi secara rutin dan ikhlas. Amalan ini memang sederhana namun memiliki faedah yang luar biasa bagi hamba yang mau mengamalkannya secara istiqomah.

Penulis:

Fitriati Arina Manasikana, kelahiran Blitar 29 Maret 1993. Karya–karya alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah dimuat di beberapa media seperti Solopos, Koran Merapi, Ma’arif NU Jateng, SIB (Sinar Indonesia Baru), Ngodop.com, dan ePaper Pikiran Rakyat. Bekerja sebagai abdi negara di salah SD Negeri yang ada di kabupaten Blitar. Berdomisili di Desa Tlogo, Kanigoro, Kab. Blitar.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here