5 Penyebab Writer’s Block dalam Menulis

0
99

Sobat Filmi, saat sedang asyik menulis—hal yang selalu ditakuti oleh penulis—terutama penulis pemula adalah writer’s block (kebuntuan ide atau mandek). Sebenarnya hal itu lumrah terjadi. Sebab, bukan hanya penulis pemula yang terserang writer’s block—penulis profesional pun sering mengalaminya.

Lalu, apa yang menyebabkan penulis mengalami kebuntuan ide? Berikut penjelasannya.


1. Penulis Merasa Jenuh Atau Bosan


Penyebab utama seorang penulis merasa buntu menurut saya adalah kejenuhan. Rasa jenuh datang saat kita melakukan aktivitas menulis dalam kurun waktu yang lama. Misalnya, menulis naskah buku baik fiksi atau non fiksi. Terkadang, saat sedang menggarap buku—kita cenderung merasa bosan—jika naskah yang ditulis tidak kunjung selesai. Karena, merasa bosan, otak kita jadi sulit untuk berpikir dan pada akhirnya kita merasa buntu saat menulis.


2. Tidak Menguasai Topik Secara Mendalam


Selain merasa jenuh, tidak menguasai topik secara mendalam juga menyebabkan seorang penulis terserang writer’s block. Untuk itu, sebelum menulis hendaknya kita menentukan topik yang benar-benar dikuasai. Jadi, saat menuliskannya kita tidak mengalam masalah yang berarti. Jika ingin menulis topik diluar hal yang dikuasai—ada baiknya kita mempelajari dulu topiknya secara mendalam. Hal ini bertujuan agar kita benar-benar paham tentang topik yang akan dibahas dan meminimalisir terjadinya writer’s block.


3. Kurangnya Data Dalam Tulisan


Saat sedang menulis, terkadang kita membutuhkan data untuk memperkuat isi tulisan. Jadi, bukan hanya sekadar pandangan pribadi, tetapi ada data yang valid sehingga tulisan bisa lebih kuat dan berbobot. Apalagi jika kita menulis artikel ilmiah—penting sekali menggunakan data untuk memperkuat argumen atau pandangan penulis terhadap isu atau topik yang sedang dibahas.


4. Merasa Lelah


Merasa lelah juga bisa menyebabkan terjadinya kebuntuan ide. Saat tubuh terasa lelah, otak cenderung malas untuk berpikir dan kinerja otak menurun drastis. Ada baiknya kita istirahat terlebih dahulu jika sudah lelah. Dengan begitu otak pun ikut istirahat. Saat kita bisa mengistirahatkan otak, kinerja otak akan kembali meningkat saat digunakan. Bukan hanya itu, saat otak sedang fresh banyak ide yang bermunculan. Alhasil, kita bisa menulis dengan lancar.


5. Kurangnya Bahan Bacaan


Membaca adalah modal utama bagi seorang penulis. Tanpa membaca, seorang penulis tidak bisa menghasilkan tulisan yang bagus. Selain itu, kurangnya bahan bacaan juga menyebabkan seorang penulis mengalami writer’s block. Dengan banyak membaca, wawasan jadi bertambah, diksi jadi beragam, dan sudut padang jadi lebih luas.


Jadi, jika ingin menjadi penulis profesional—langkah awal yang harus ditempuh adalah gemar membaca. Dari membaca kita bisa menemukan diksi-diksi baru yang bisa digunakan ke dalam tulisan. Selain itu, membaca membuat sudut padang kita menjadi lebih luas. Sehingga kita bisa melihat dari berbagai sudut padang atas suatu topik yang sedang dibahas. Dengan wawasan dan sudut pandang yang luas, kita tidak perlu lagi khawatir terkena writer’s block. Jadi, sebelum menulis banyak-banyaklah membaca terlebih dahulu. Selain bisa terhindar dari kebuntuan ide ketika menulis—membaca juga membantu membuat tulisan lebih mengalir dan hidup.

Nah, Sobat Filmi, itu dia 5 penyebab seorang penulis terkena writer’s block. Jadi, jika kamu sedang mengalami kebuntuan ide dalam menulis, jangan panik. Sebaiknya, kamu cari tahu apa yang menyebabkanmu mengalami hal itu. Misal, kamu merasa buntu ide karena bosan atau jenuh—cara mengatasinya adalah dengan berhenti menulis sementara waktu. Berikan jeda pada otak agar bisa beristirahat agar otak tidak terlalu panas. Saat otak sudah kembali segar, barulah kamu melanjutkan menulis. Pastinya, kamu akan lebih lancar dalam menulis—karena banyak ide yang bermunculan.

Selamat menulis!


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here