5 Cara Menguatkan Jiwa Nasionalisme Anak Muda Indonesia

0
22

Sedang heboh berita tentang pelaksanaan Jambore Pramuka Dunia di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan yang dianggap gagal karena beberapa hal, antara lain kondisi tempat perkemahan yang tidak memadai, fasilitas sanitasi yang jorok, makanan yang busuk, hingga cuaca panas yang mencapai lebih dari 35 derajat celsius, yang menyebabkan banyak kontingen pramuka jatuh sakit. Hal tersebut mengakibatkan beberapa negara segera menarik kontingen mereka dari tempat pelaksanaan acara, sebagai bentuk protes dengan kacaunya penyelenggaraan jambore.

Menariknya, di saat banyak kontingen dari negara lain yang mengeluh dan memutuskan untuk keluar dari acara, ribuan kontingen Pramuka dari Indonesia justru masih bersemangat. Mereka terlihat antusias mengikuti rangkaian acara jambore dan bahkan selalu menyanyikan yel-yel ala anak Pramuka untuk menyemangati kontingen yang lainnya. Tentu hal itu membuat takjub kontingen dari berbagai negara lainnya.

Ya, kalau berbicara tentang semangat, anak-anak muda Indonesia memang juara, apalagi kalau berhubungan dengan nama bangsa dan negaranya, mereka akan menunjukkan jiwa nasionalisme yang patut diacungi jempol. Tentu hal ini harus dipertahankan dan disebarluaskan kepada generasi muda lainnya di seluruh penjuru Indonesia.

Sebenarnya apa saja yang bisa menguatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme di kalangan anak muda Indonesia? Berikut 5 hal yang bisa menguatkan jiwa nasionalisme anak muda.

1. Memperbanyak mengenal sejarah perjuangan bangsa Indonesia

Orang yang tidak mengenal sejarah bangsa akan sulit untuk mencintai dan berkorban untuk bangsanya. Oleh karena itu, anak muda harus diajak untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari zaman penjajahan hingga zaman kemerdekaan. Cara mengenalkan sejarah kepada anak muda bisa dilakukan dengan cara-cara yang asyik, seperti napak tilas ke tempat-tempat bersejarah, menonton film bertema sejarah perjuangan, membaca buku-buku sejarah atau novel sejarah, bisa juga dengan mengunjungi para pelaku sejarah untuk mendapatkan ilmu dan semangat dari mereka.

2. Mempelajari budaya dan bahasa Indonesia, termasuk budaya dan bahasa daerah

Budaya dan bahasa di Indonesia itu beragam, sangat banyak, sebanyak suku bangsa yang ada di Indonesia. Dan luar biasanya, budaya dan bahasa tersebut sangat indah untuk dipelajari dan disebarluaskan kepada khalayak. Misalnya dengan banyak memperkenalkan tarian daerah, nyanyian daerah, dan makanan daerah ke dunia internasional melalui beragam media, bisa dengan ikut perlombaan atau bisa juga dengan memperkenalkan melalui kanal media sosial.

Salah satu contohnya adalah youtuber asal Indonesia yang tinggal di China, yaitu Uni Santi, yang mengenalkan beragam makanan khas Indonesia kepada dunia.

3. Menjelajah berbagai daerah di Indonesia untuk mengekspolarasi indahnya negeri

Alam Indonesia itu luar biasa indahnya, tak kalah indah dari destinasi wisata di mancanegara. Tugas anak muda adalah mengenalkan alam Indonesia kepada dunia dengan beragam media, salah satunya melalui kanal media sosial. Dengan kita banyak mengeksplorasi alam di Indonesia, kita akan menjadi lebih bangga dengan bangsa ini, sekaligus muncul semangat untuk menjaga indahnya alam di negeri tercinta.

4. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan dengan cara yang lebih asyik dan aplikatif

Selama ini pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan hanya sekadar pelajaran teoritis yang berfokus pada nilai, sehingga akhirnya anak muda tidak bisa mengamalkan nilai-nilai luhur dari Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan sebaiknya lebih bersifat aplikatif dan dilakukan dengan cara asyik, sehingga anak muda mau dan mampu melaksanakan nilai luhur tersebut dalam keseharian.

Misalnya, dengan membuat program kerja bakti membersihkan taman kota, mengunjungi panti sosial/panti jompo, membantu teman yang kesusahan, ikut kegiatan sosial, ikut kegiatan pramuka, dll. Hal ini jauh lebih aplikatif daripada sekadar teori yang seringnya tidak masuk ke dalam jiwa.

5. Menggunakan produk-produk dalam negeri

Produk dalam negeri kita sangat banyak dan berkualitas. Anak-anak muda diharapkan untuk lebih memilih produk dalam negeri sebagai upaya menguatkan ekonomi bangsa. Para pelaku kebijakan juga seharusnya banyak memberikan edukasi dan kampanye untuk menggunakan produk dalam negeri, bisa melalui iklan layanan masyarakat, film, ataupun beragam lomba kreasi produk negeri. Hal ini akan membuat anak-anak muda berkompetisi untuk menciptakan produk terbaiknya, dan konsumen juga akan merasa bangga dengan produk tersebut.

Demikian 5 hal yang bisa menguatkan jiwa nasionalisme anak muda Indonesia. Kita berharap jiwa-jiwa nasionalisme ini terus tumbuh dalam diri anak muda, sehingga mereka mencintai negeri ini dan siap berkorban untuk kemajuan negeri tercinta, Indonesia. Merdeka!

Penulis:

Asri Istiqomah


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here