Suatu Pagi di Perut Ibu
Di perut ibu pagi itu
kuraba gerak kaki mungilmu
bersepak memainkan ari-ari
mungkin kau terbangun
setelah mendengar kicau burung
yang bernyanyi di balik pohon
Tapi aku tak mengerti bahasa gerak
yang kutau detak jantungmu
berirama normal
tak cepat tak pelan
berbunyi di telinga stetoskop
Ibu mengelus
saat merasa kau mengeluh
doa-doanya tercurah
bercampur makanan
dan kau pun tenang
Barangkali kau ingin menyantap
beragam sayuran yang kau cium
dari luar kandungan
atau kau sedang berbicara
tentang hidupmu di badan ibu
atau baru saja melafal janji
pada pencipta segala kunci
sebelum aroma dunia kauhirup
disambut pagi dengan senyum
bersinar
Di perut ibu pagi itu
kau bergerak lebih banyak
mencari jalan lahir
bikin ibu keringat dingin
menahan nyeri tembus belakang
hingga terbukalah tirai dunia
untuk kau tangisi
Sarjo, 8 Januari 2023
Membaca Kesombongan
Dalam hidup abu-abu ini
aku membaca manusia
di mana keinginannya
tak pernah cukup
meski seluruh alam ada di perutnya
seperti kisah Firaun
:Pada aliran lembut sungai Nil
ia memerintah
membuang semua bayi laki-laki
pintu-pintu rumah dipukul
menindas kaum lemah
Lalu menyebut diri tuhan
dengan Piramida menjulang
jiwa jelata melayang
Pada akhirnya
ia karam dalam kesombongan
sebagai bukti ia benar tuhan
bagi dirinya sendiri
tapi jiwanya masih hidup
di hati mereka
yang gila takhta
Sarjo, 12122022
Musafir
Di tengah gersangnya akhlak
kau menuntun mata kakiku
menuju perigi keyakinan
lalu melepas dahaga keangkuhan
yang mengering di tubuh sakitku
Kuteguk secangkir airmu
sekilas terbayang-bayang zamzam
dan kisah Hajar mencari setitik air
seperti diriku yang berlari
dari kekeringan hati
dan menemukan ketenangan
Di tengah gersangnya akhlak
aku pelan-pelan tumbuh
setelah membaca nasihatmu
yang orang-orang modern abaikan
bahwa hidup ini serupa padang
sedang aku hanyalah musafir
menumpang minum di rumahmu
Esok yang entah
aku akan pulang
sesuai jadwal ketetapanmu
seperti senja ini
Sarjo, 6 Mei 2022
Mesin Cetak
Seperti mesin,
ibu mencetak anak-anak
di mana rahim sebagai kertas
dan air mata jadi tintanya
Di atas meja operasi
ia menguatkan hati
menghapus ketakutan pada jarum, pisau bedah, gunting pemotong
demi detak jantung janin
yang menjadi surga hidupnya
Dokter mendekat
obat bius melekat
kandungan ibu pelan-pelan disayat
sedang di balik sekat
ada doaku serupa jimat
menyeru selamat!
dan kau lahir tanpa cacat
Di ruangan itu,
ibu masih terbaring
matanya belum bisa memandangmu
sebab obat begitu kuat membius
dan luka-lukanya perih menusuk
seperti mesin
ibu pun butuh rihat
Sarjo, 22 Mei 2022